Langsung ke konten utama

Sehabis Mendung

kita pernah bermimpi
memasuki kawah-kawah candi
yang menyimpan patung seorang dewi

di tangannya ada rumah kita
yang menggenang
sehabis mendung

setelah tiba di antara kedua jemarinya
yang lebar
kita melupakan doa yang mesti dibawa
dan akan diamini oleh roh-roh leluhur
penjaga rumah

telinga kita menopang bunga.
kau lebih suka yang kuning
sedang aku suka yang merah.
lalu mereka sama-sama tumbuh
kemudian mekar memenuhi pengupingan kita

sehabis mendung
doa-doa kita bermunculan
dari putik bunga yang tumbuh

sehabis mendung
bunga-bunga kita mekar
menudungi rambut-rambut kita yang kehabisan tenaga

sehabis mendung
ketika kita memuarakan segala nasib pada candi
bersama seorang dewi
kita senantiasa mendengar bisikan parau
entah suara atau dengungan bahkan dentuman
yang begitu hebat
hingga hanya ada satu yang kita ingat

:
sehabis mendung
kita menunduk rendah.
tapi kali ini
kita merapatkan tangan untuk mengamini doa-doa
yang pernah lupa dibawa



sekayu, maret 2010

Komentar