Langsung ke konten utama

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia. 


***


Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana



Aku berkelana umpama segumpal awan

Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit,

Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang,

Sehamparan bunga-bunga daffodil;

Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan,

Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin.


Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan

Dan mengerjap di keluasan bima sakti,

Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas

Di sepanjang tepian danau yang luas:

Sekilas kusaksikan berpuluh ribu,

Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah.


Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil

Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita:

Seorang penyair menjumpai dirinya tercerahkan,

Lewat sekumpulan bunga daffodil yang terayun riang:

Aku menatap -- dan terus-menerus menatap -- namun kemudian terbesit

Alangkah indahnya pemandangan yang tersaji di hadapanku:


Sebab kerap kali, tatkala aku terbaring di atas sofa

Dalam kehampaan atau permenungan,

Aku terkenang bunga-bunga daffodil

Yang menandakan ketenteraman;

Lalu hatiku merasa penuh,

Dengan riang menari bersama bunga-bunga daffodil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...