It all started when I sat on the edge of my bed. The feeling of longing people I love, overflew me. I wanted to see my fiancé sleeping next to me, and when I wake up, I'll be getting up excitedly and say this, "Hey babe, we're married finally!" Lol. I also long for my Mum, her yummy food for breakfast that comforts my belly. I long for my Dad, who will check up on me every morning before I open my eyes. He will draw the curtain, turn off the AC, turn the light on, remove the blanket from my feet. I long for my sister who will cook the lunch spicy especially with her 'Padang sauce'. I long for my brother, who will ask new books to read but as soon as he open and read the first page, he will say, "This is hard. I'll take my time. Now, time to play." Lol This morning, behind my window, the glaring sun is dancing. The heart-warming rays hugs me tight. "Is this weekend? My back is aching. My body is aching all over. I still have a lot on my plate...
Katanya hujan sebentar lagi Memasuki musim yang basah juga berkabut Lalu dingin dan mendung berhari-hari Aku menyiapkan penampungan airnya lebih awal Bukan untuk musim yang menjatuhkan sumber air dari balik awan yang berat Melainkan hujan yang deras dari mataku Mata yang perih menatap ke depan Asap dan kabut menjadi samar Antara terbakar dan dibakar pun sama biasnya Dalam siaran tivi Juga media massa online Orang-orang berebut menyiarkan betapa kita digunduli dengan paksa Maka membaralah aku Api berkobar di tubuhku Sumbunya tersulut tiada terputus Percikannya dimulai dari nadi Kemudian, menjalar dalam ingatan Ia mencari jalan menuju lahan baru bagi kegagalan ekosistem, celah regulasi, dan kelalaian manusia Hujan sebentar lagi turun di hutan Namun ada yang lebih deras mengalir di sana: praktik tebang-bakar yang instan disusul daftar pasien ISPA yang antre di rumah sakit Kita lumpuh Penerbangan kacau Ketahanan pangan tinggal wacana Anak-anak mengemis udara segar Sudahkah kita cemas hari ...