7.30 a.m. has become a significant moment Fo me, twas time to put myself together The kids would be arriving to say hello and play They insisted that was their main duty And I would be with them asking deeper questions and examining the real world How about you, my love? For sure I would know twas time for you to rest To untangle your weariness, to tuck yourself into the bed, to let the night soothed your mind and soul Then, for us, did it have meaningful messages? My love, you brought winter, spring, summer, and fall to the table The moment when we talked, I saw life in your eyes The energy shone through your face It spoke the spirit to keep walking even if the pebbles hurting our feet along the journey I saw nothing but hope in your smile, in how you showed your presence Dear my love, I wanna know How did I look in your eyes? What was your insight about all of me in particular? What message you would deliver when we're miles away? Would you still hold my hand and face hard...
Hari ini, hari apa ya? Ternyata masih Selasa, dan selagi Selasa, aku ingin bercerita kalau hari ini rasanya campur aduk. Tapi sejujurnya aku bahagia, sebab kelas holiday program hari ini terasa lebih bermakna. Mengapa? Anak-anak mulai lebih banyak mengenal nature, dan materi yang kusampaikan pun dapat menjadi umpan diskusi yang menarik. Di kelas, kami mendiskusikan bagaimana tanaman dapat tumbuh, proses apa yang dilalui. Lalu, ketika tumbuh, tanaman ini menjadi apa saja. Ada yang tumbuh menjadi flowers, thistle, ivy, shrub, palm tree, tree, corn, dan bamboo. Yang menarik adalah ketika saya menjelaskan perbedaan antara flowers dan thistle, sebab ada agen-agen yang berbeda. Selain itu, anak-anak juga berkesempatan untuk mencoba planting biji bunga matahari. Banyak anak yang mengenalinya sebagai camilan di kala bersantai. Betul, kuaci adalah makanan hampir sejuta umat. Setelah kelas selesai, kami semua pergi ke satu restoran AYCE untuk gathering akhir tahun ajaran. Mulai ...