Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label random posting

Dadidu

Mungkin saya satu di antara ribuan manusia yang clueless, ketika punya beberapa hal mendesak yang mesti diselesaikan dalam waktu bersamaan, mendapatkan suntikan energies yang datangnya ntah dari mana. Kalau diingat-ingat, rasanya sulit menghadapi satu jam ke depan, menghadapi besok pagi, atau bahkan satu minggu ke depan. Bukan saja menyoal waktu, mungkin lebih tepatnya mengenai daya tahan diri, seberapa lama kuat memikul beberapa hal itu (sendiri). Lantas ada yang komentar, mengapa tidak dibagikan dengan yang lain? Well, yang saya rasakan pribadi ketika bercerita adalah belum tentu yang mendengarkan menerimanya dengan Baik. Tetapi itu bukan salah mereka, jelas bukan. Artinya mereka di luar kontrol saya. Alangkah enaknya duduk "bengong" tanpa melakukan apa-apa, kecuali hanya duduk, lalu pura-pura tidur sampai tertidur sungguhan. Menyerupai seekor kucing pemalas atau tokoh kartun Sinchan yang tengah berbaring di meja penghangat sambil menggaruk pantat-- terdengar menjadi opsi p...

Animal Day

My mood wasn't good. Kiddos were testing me. I just couldn't put myself handling them to settle down properly indeed. Like we had animal day today. I wish them to comprehend the instructions, set the listening ears, use their soft voice, keep their hands to themselves, pet and stroke the animal gently. Anyway we were having rabbits in our school. The minimum waiting becomes an unceasing issue since they are kids and consumed by curiosity. In the morning right after waking up early, I decided to be a lovable teacher. As if smiling by showing my teeth was the best solution to keep them calm during the day. Oh I need another me to take this job. After dealing with them today, I deserve some solid hours of sleep. Geez, you guys win my heart as always! 

Titik Nol

I know you're not gonna let me in, but I'll keep on asking how is your day. Lets chill and don't mistake this for something I'm begging too much. Missing somebody's presence doesn't sweep my anxiety away. It eternally exists. It brings one finger to its lips and says, hush don't you cry. Thanks to my inner child so I don't merely communicate with words but crying as well. I'm a little baby looks like an alien, escaping the mundane prison. The world is pathetic, or we're the ones who really are. Once I look outside, the glaring sun stares at me. After the dead hour, the dawn will break. Here it begins to grow light after the night. : al, 

Percakapan Pagi Ini

Om Chef : ga beli martabak? Saya         : ohya! (Sambil bergegas nyamperin si abang martabak). . . . Saya        : bang martabaknya 10 (menyerahkan uang 12k500 rupiah - anyway martabak di sini beli 5k dapat 4. Walaupun murah tapi Om Chef pun mengakui rasanya enak). Si abang : OK! Campur? (Maksudnya si abang tanya saya mau beli keempat varian apa tidak. Ada cokelat, cokelat kacang, keju, dan ketan hitam). Saya        : ya campur aja (sampai di sini I was pickled pink ketika liat antrean tidak panjang). Lima menit kemudian si abang bungkusin martabaknya. Tapi kok rasa-rasanya yang dibungkusin jumlahnya ga sampai 10. Dalam hati cuma bilang, ah mungkin saya salah hitung. Setelah pulang dan menghitung jumlah martabak, benar ternyata cuma ada delapan martabak. Aduh, sedih juga ya. Mau balik lagi dan minta kurangnya tapi kok rasanya ga enak). . . . Saya       : Mas, kamu off lagi minggu depan. Ka...