Langsung ke konten utama

Demikianlah Terambesi

tujuh puluh tahun sudah aku mengingat bunyi-bunyi besi yang dipentungkan ke tubuh temannya sendiri. dengan gamblang mereka sama-sama menjerit mengeluarkan desakan seperti muntahan lava gunung merapi yang lama tak meletus. lalu melelehkan air untuk mendidihkan batu-batu krikil yang konon katanya dulu pernah gagal mengawini putri yang suka mandi di sianghari

berdentum-dentum. dan berulangkali memecah asap dan kabut. terkadang di pagi yang masih begitu buta untuk seorang bayi mencari puting di dada ibunya

sedang aku, terus mengenang tujuh puluh tahun
menjadi bongkahan-bongkahan kayu yang semakin lembab.
dan berlumut. tetumbuhan hijau dengan leluasa melapangkan akar dan batang-batang demi mengeruk sisa-sisa cahaya matahari yang tak lagi menguning

kemudian telinga, bukan berarti ia akan segera menuli dan pecah seketika di kumpulan gelombang yang sarat akan dorongan. bergejolak. aku mungkin sudah mengenalnya lebih dari setengah umurku yang selalu hangus di tangan-tangan gosong bunyi-bunyi besi.

Terambesi!
sajak ini ditulis kembali
untuk mengenang dan menghargai bunyi-bunyi yang tak pernah mati

Terambesi!



--- sekayu, '10



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...