Sudah kutunggu purnama
Namun cuma wajahmu
Menjelma kain putih
Terurai dari ujung lorong di rumah itu
Ketika kukenangkan malam-malam
Dari ruang tamu yang temaram
Kau duduk menyilang kaki
Menggumam seribu pujian
Lalu hatiku melayang
Menyerbu yang masih sepi
Kepada Oma
Namamukah debur ombak yang basah itu
Mengguyur kedua mataku
Nisan yang dibasuh kerinduan
Dan bunga-bunga yang gugur
Palembang, June 2019
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin