Langsung ke konten utama

H é l è n e

Helene Klimt
by Gustav Klimt
kepada Helene Klimt

Semilir angin yang sejuk di ruangan itu
Membawa harum rambutmu melekat di pundakku
Aku menantikan sepasang leher yang berkekasih dari balik lukisan Klimt
Keduanya berselimut musim salju di Wina

Schubert dan Ave Maria
Menggaung berulang kali di atas dadaku
Menelusup ke debar jantung, hingga bunga-bunga dapat kupetik
Dan kutabur di atas wajahmu yang dingin

Aku masih pura-pura bergegas
Menghampiri sepasang jendela yang gelap itu
Di bawah tiang lampu jalanan, tembakan neon tak berhasil menggiringku kemana-mana

Aku menundukkan kepala sembari memberi salam pada yang tegar berdiri di hadapanku
Sebuah pohon yang sudah tua dan namamu yang menggantung di rantingnya
Aku pun diam 

Kubasahi kedua mataku namun jalanan yang lurus ini
Terlajur begitu kering
Sumber air menyelinap entah kemana
Aku melangkah di antara akar-akar pohon yang bersikeras meraihmu

Sungguh, telah aku susuri tanah yang bergelombang dan lorong yang menikung
Meski batas-batasnya tidak jelas
Kepergian semacam ini mengingatkanku pada suatu hari
Kita pernah duduk dan bersandar pada sebuah tembok
Biru laut terpantul, melambai di kejauhan
Hélène, kaukah pelabuhan yang aku tuju
menampung separuh nafas sebagai hasil tangkapannya?


Jekardah, July 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...