Langsung ke konten utama

Kubur

di baris-baris kematian dan ketiadaan
kami mengubur tubuh di ladang-ladang gandum
yang dipenuhi bubuk-bubuk racun

darah kami mengalir dan bergerak cepat begitu saja

kami menumpulkan barang dan biji yang kadang bersemi
tepat pada waktunya. berbuah dan berdaging
seolaah waktu itu kami senantiasa akan kenyang
tanpa takut merasa mati dan kelaparan

tiba di waktu hujan yang telah hilang
kami ikut merasa hilang dan
terbungkuk mengerang. mengerami tetesan airmata
yang lama-lama akan menjadi butiran hujan palsu

di tubuh kami
rambut dipanen, kulit dibajak
dan dibakar dihunus sampai ke tulang-tulang

hingga suatu hari ada seseorang
setengah lelaki dan setengah baya
sambil tersenyum ditikamlah kami
sampai meraung sejadijadinya

kami pun kemudian ingat
bahwa kubur kami yang dulu
pernah memberikan pesan
yang begitu panjang dan penuh kelemahan

andai kami saat ini masih menjadi
suatu O yang berdengung dan meraung dengan kejam
merakit rasa mati di tubuh kami
mengubur rasa mati di tubuh kami
lalu berletupan dengan erat betapa kami tak ingin merakit dan mengubur diri sendiri



--palembang '10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

Dialog pada Diri

Saya percaya bahwa berdialog dengan diri dapat meningkatkan keintiman dengan diri sendiri. Biasanya, saya memulai dengan mempersiapkan satu atau dua pertanyaan, lalu dalam keheningan membiarkan diri sendiri secara luwes menjawabnya satu-persatu. Atau bisa saja bukan jawaban yang diperoleh, melainkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih rumit dari sebelumnya. Tapi tidak mengapa, yang demikian itu membuat saya belajar untuk paham bahwasanya diri ini, terkadang bertingkah layaknya anak kecil yang ingin tahu banyak hal. Ia akan mengutarakan banyak pertanyaan pada siapa pun. Bukan semata untuk memuaskan keingintahuan, tapi juga untuk menyadari betapa saya tidak mengetahui apa-apa kecuali mulai melatih diri untuk lebih banyak bersukur, mengurangi intensitas mengeluh, tetap fokus dan melakukan yang terbaik pada hari ini, bila terjadi guncangan gunakan momen itu untuk berbenah dan tetap tenang, serta membiasakan diri untuk percaya pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka-luka. Prosesnya tent...

And I Said Yes, I Will

Mi amor, my love, Daddy K I said yes to our next journey, thick and thin I said yes to our progress, I'm all set I said yes to the mornings with tears and migraines  and to the nights with hugs and gentle kisses  I said yes to a lifetime prayer till Jannah This ring has given us power and awareness, love and affection, passion and patience, anxiety and peace, uncertainty and assurance, fears and courage, doubt and commitment, comfort over stormy days The knot we tie in this ring, cannot be wiped out Our loyalty worth more than anything we have And may Allah send us guidance, always Oct 2025