Langsung ke konten utama

Postingan

May I Sleep in Peace

I dated someone years back then. He thought he was cool. Then this guy got along with one of my friends. One day he commented on one of my feeds and said, "this one looks good." At that time I thought it was the pictures that was taken by me that looked good but it wasn't. In fact it was the one captured by my camera.  Then the next one was when I did a deep talk with him and suddenly my friend rang me but my ex insisted to pick it up. I asked him why, then he responded, "if it's a pretty gurl ringing you, why not?" Lol, thank God I managed to ditch him from my life. You think you're cool, no you're not. Go marinate yourself with all your delusional imaginations and get lost.  Shits happened, but that's alright if it's needed to value someone's quality. If they showed too many red flags, as soon as possible I had to decide to walk forward and never look back or stay on the same spot and left behind. The major thing I did now was I chose n...

Akan Kuberi Tahu

Rumah semakin dekat Namun hujan tidak bisa menunggu Katamu jalan pulang yang panjang menyimpan jalan pintas bagi yang percaya Aku suka melihat-lihat toko tua  Dari balik kaca mobil yang kotor dan basah Tulisan di atas papan antik itu Beraroma daging asap di rumah Oma Hujan tak pernah bosan mengguyur Tikungan kering dan buntu Barangkali kau tengah gusar Nasi yang panas dan baru matang akan menyambutmu Aku sangat suka menyimpan pesan panjangmu Di saku mantel yang kukenakan Selain hangat dan gemar memeluk diri Aku merangkul yang tercerai berlembar-lembar Ketika masih kanak-kanak, kita ingin lekas tumbuh Memimpikan cukup usia menenggak bir juga mengunyah asam garam Kini, kita memimpikan keteraturan jam tidur, lambung yang kuat, juga merawat diri saat libur panjang Tak ada yang lebih berat dari bermain dadu Selain hujan yang gawat menjadi gerimis

Madre

Feeding myself well every single day seems to become a big deal now since the hustle treats me unfriendly. Thinking of what I'm gonna prepare for tomorrow morning and waking up so early are dynamite duo that keeps my body works even harder. Now I understand being fully responsible for myself is a full time job that requires tons of appreciations. I look back then, why my Mom is super tough taking a good care of her daughters when she needs to wake up at 4 am every single morning, cooked us healthy and yummy food for more than 10 years while twisting her own legs for office. I should also say it takes an hour and a half for her to be on time reaching the working table and buckling herself down to her duty fair and square. I love you, Mom. Thank you for being the unbreakable one. 

Alpa

Mungkin ada yang ingin kau sampaikan tentang dirimu Kau bercermin di atas kertas dan melempar sisa cat air yang mulai mengeras Kau menyapu dengan kuas, membersihkan yang rontok dari pikiranmu perihal bagaimana semestinya mencatat dengan benar Bagimu, menulis atau menggambar sama saja Kau bebas memilih warna yang pas untuk menggambarkan kepuasan juga punya kendali penuh  untuk menerjemahkan merah bata yang tertindih kemilau perak Kertas, memantulkan yang tak pernah kau pandangi dalam terang Sebab terang mengacaukan yang mesti kau rekam sedang gelap senantiasa bersikukuh memelihara sampah-sampah yang sebetulnya tidak bisa digunakan dalam proses pembaharuan Kau menghitung hampir dua minggu hujan turun tidak diduga-duga Ada cat air yang kepalang mengering Lalu kau menyadarinya setelah hampir kau buang dan mendapatkan yang baru Kita selalu alpa pada hal-hal baik saat ini

Ruang Baru

Mungkin ada hal baru yang bisa saya lakukan saat jurnaling. Selain menulis, mungkin saya bisa membikin sketsa, menerjemahkan, memotret, atau apa saja, yang dapat membantu saya kembali bernapas dengan baik.  Mungkin hal sederhana dan tidak gegabah dari apa yang harus saya siapkan adalah buku sketsa berukuran sedang dan beberapa cair air atau spidol berkuas. Ntahlah, meski saya punya peralatan menggambar digital dan meski sketsa yang saya buat tidak selalu bagus, kertas selalu menjadi rumah untuk banyak hal bagi saya. Mungkin kertas menjadi salah satu syarat penunjang kehidupan, selain oksigen, air, makanan, tempat tinggal, keamanan, kesehatan, pendidikan, juga internet. Semoga upaya ini bisa memberi ruang baru untuk energi baru ke depan. Amin

Menunggu Sampai Maret

Kalau menilik beberapa hari belakang, ternyata rutinitas saya cukup padat. Kadang ada saja teman yang mengajak melakukan ini atau itu, bahkan ada saja rutinitas yang saya rencanakan sendiri, salah satunya berkenaan dengan pekerjaan.  Malam ini saya baru sadar kembali sebetulnya saya meluangkan sangat sedikit waktu untuk berkomunikasi pada keluarga di rumah melalui telpon atau WA misalnya. Saya kira dengan terus bergerak, meski jam istirahat juga mulai teratur, membantu mengalokasikan energi dengan baik, dari pada terbuang sia-sia akibat terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu benar terjadi, nyatanya meleset. Di balik ketakutan tidak menjadi produktif dan terlalu pelan berkembang, sebetulnya saya mulai merindukan kehadiran orang-orang rumah di samping saya. Tidak mesti lama-lama, mungkin satu atau dua jam cukup. Lalu waktu yang singkat itu kami pergunakan untuk membicarakan hal-hal konyol dan ringan tanpa merasa terbebani oleh 'baper'.  Mudah-mudahan Maret nanti kond...

Sepi Yang Baik

Bicara soal sepi, saya sepakat bila sepi adalah urusan personal dan juga universal. Sepi ini ibarat tubuh Yesus dalam bentuk roti perjamuan, diterima oleh umatnya namun dengan perasaan suka cita yang berbeda-beda. Saya, dan pasti kita semua, pasti pernah sepi. Dan ini ketiga kalinya saya merasa bersukur bisa bisa memaknai kesepian dengan hal-hal yang baik. Justru saya bersukur punya kesempatan untuk sendiri, untuk menjadi sepi, untuk memperbaiki kualitas hidup yang sempat saya abaikan. Menatap ulang hal-hal yang berantakan, membuang sampah pada tempatnya, memilih mana yang mesti dipertahankan dan mana yang mesti ditinggalkan adalah perkara yang merepotkan. Tapi saya lebih memilih untuk repot sekarang dari pada repot nanti di saat semuanya bertambah buruk. Bertambahnya usia kini, selain bicara soal angka, juga bicara soal sebapa tulus dan berlapang dada saya menerima kondisi saya, sebelum saya menerima orang lain masuk dalam hidup saya. Ini adalah saat-saat yang meditatif, sebab saya ke...