Di awal tahun, baru di hari ke-2, banyak sekali kejadian yang terjadi, baik yang menyenangkan atau juga yang tidak menyenangkan. Awal tahun ini, Lembaga Eijkman dilebur bersama BRIN, dan KDRT yang dilakukan oleh pasangan laki-laki pada pasangan perempuannya. Duh Gusti, jujur saya semalaman menangis membayangkan masa-masa sulit yang dihadapi oleh pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan dua kejadian itu. Semalam tidur pun tidak nyenyak. Terutama untuk Eijkman, semoga para saintis tetap semangat mengingat dedikasi yang telah dicurahkan tidak sedikit. Mungkin benar, kondisi ilmu pengetahuan di negara kita mati.
Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin