Langsung ke konten utama

J A L 22 : 49


Barangkali ini alamat
menuju jalan pulang yang sama
Tapi melewati gang-gang baru
kerumunan yang hampir tidak pernah asing

Peluh membakar
Menanak yang tertancap di ubun kepala
tentang tangis khusyuk yang menimang keberadaanmu

Kita membebaskan jarak pandang yang masih samar
Waktu yang terhimpun terasa begitu sebentar
Lalu kuambil lading dari dalam kotak surat itu

Kutusukkan semaunya saja
Menebas rintangan katamu
Ketika berburu seperti ini
Apa bedanya bunyi langkah yang berat 
dengan daun pintu yang berderit
Jika keduanya dikibaskan angin secara bergantian

Jekardah, February 2019

Komentar