Langsung ke konten utama

Nantilah Kita Pikirkan Bagaimana Kesimpulannya


mestinya jarak tak membuat kita takut pada kegusaran
yang kadang-kadang datang sewaktu subuh. subuh itu cuma
pertanda bahwa kita harus berhenti mencangkuli lahan mimpi.
mimpi anak kita, dan tentang nilai-nilai ujian yang
tak semulus seperti dugaan.

boleh saja menduga hal tersebut menjadi suatu kebaikan. tapi
kita tak akan pernah yakin, siapa yang pertama
kali menciptakan dugaan-dugaan yang baik.

kita tak mengerti
makanya kita diam saja
menonton sinetron dan kartun jam enam sore nyatanya lebih asik
sambil selonjoran. seharian terkurung di alas sandal
membuat kuku-kuku kita terlihat sumpek
dan lebih sering murung

"aku ingin dijadikan minyak peracik parfum bunga-bungaan
 yang kapan saja siap dipanen di pasaran internasional!"

nah,
sudah kita dengarkan jeritan sayup-sayup tak sampai itu?
ketika di telinga
ada saja suara tambahan yang menimpali pikiran kita
merasa bersalah sebab kesibukan agaknya pongah dengan
kecurigaan kita yang suka menduga-duga dan terbiasa
dengan kebaikan-kebaikan yang mengabur
sebelum sampai pada kesimpulan.

2012

Komentar