Langsung ke konten utama

Replika

Barangkali malam sabtu
Ada banyak kelelawar keluar jendela
Di antara kota yang mati
Dan lenyap dalam peta
Seorang anak duduk menepi
Memeluk tubuhnya sendiri
Sebatang korek di keranjang
Namun lembap
Masih begitu terasa hangat

Bubuk mesiu di permukaan
Sesekali menyembul malu-malu
Dinyalakannya api
Tapi cahaya naik dan surut
dari mata mengalir sumber air
Langit beramsal lensa yang cekung
Kantung mata yang lebam
Tak bedanya seperti rumah-rumah kayu
Yang dimakan rayap
Namun sebuah ruang yang masih kosong
Dan nampak mungil
Tak cukup lebar untuk dimasuki
Kecuali beban udara
Melenguh, dan bernapas

--maaf,
Saya ini dulunya angin
Sebelum tidur
Orang-orang biasa berdoa
Kuil dan dupa terbakar
Dari mulut
Berbagai ingin, dan murka memancar
Menunjuk ke arah awan yang bergerak
Seorang dewa tertegun
Maka atas nama kesaksian di kota ini
Saya rela hidup untuk ditampar

Hingga kulit menipis
Sinyal ombak mengerut
Saya yang dibiarkan cepat busuk
Pasti nanti datang dewa memeluk
kemudian lupa
bahwa tak ada lagi suara
yang minta diberkati
diburu dengan kejam
sampai akhir lusa--
2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

Dialog pada Diri

Saya percaya bahwa berdialog dengan diri dapat meningkatkan keintiman dengan diri sendiri. Biasanya, saya memulai dengan mempersiapkan satu atau dua pertanyaan, lalu dalam keheningan membiarkan diri sendiri secara luwes menjawabnya satu-persatu. Atau bisa saja bukan jawaban yang diperoleh, melainkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih rumit dari sebelumnya. Tapi tidak mengapa, yang demikian itu membuat saya belajar untuk paham bahwasanya diri ini, terkadang bertingkah layaknya anak kecil yang ingin tahu banyak hal. Ia akan mengutarakan banyak pertanyaan pada siapa pun. Bukan semata untuk memuaskan keingintahuan, tapi juga untuk menyadari betapa saya tidak mengetahui apa-apa kecuali mulai melatih diri untuk lebih banyak bersukur, mengurangi intensitas mengeluh, tetap fokus dan melakukan yang terbaik pada hari ini, bila terjadi guncangan gunakan momen itu untuk berbenah dan tetap tenang, serta membiasakan diri untuk percaya pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka-luka. Prosesnya tent...

And I Said Yes, I Will

Mi amor, my love, Daddy K I said yes to our next journey, thick and thin I said yes to our progress, I'm all set I said yes to the mornings with tears and migraines  and to the nights with hugs and gentle kisses  I said yes to a lifetime prayer till Jannah This ring has given us power and awareness, love and affection, passion and patience, anxiety and peace, uncertainty and assurance, fears and courage, doubt and commitment, comfort over stormy days The knot we tie in this ring, cannot be wiped out Our loyalty worth more than anything we have And may Allah send us guidance, always Oct 2025