Langsung ke konten utama

Postingan

Pembelajar

Aku seorang siswa, sedang belajar mengenal diri. Momentum untuk berkaca, selalu muncul di hadapanku saat aku merapatkan pandangan pada sebuaj kaca tebal. Permukaannya mengilap dan bening. Kedua bola mataku sedikitpun tidak lari melirik hal-hal di luar materi belajar. Seekor ikan yang besar dan licin, berenang mengitari gelembung udara yang terperangkap di kedalaman air yang asin. Siripnya menerjang arus seperti kaki yang lincah berlarian di jalan beraspal.  Terkadang ikan itu berenang melambat, namun tiba-tiba juga bisa berenang kelewat cepat. Gerakannya serupa suara, bergetar. Ikan itu, melayang-layang. Siripnya lebar, tipis, juga lentur, mirip dengan selendang satin yang tenggelam menuju dasar air yang dalam. Selendang itu, barangkali ketakutan yang gagal kusuarakan. Ikan yang berenang-renang itu seolah bicara padaku, membaca pikiranku yang tak jinak pada apa pun. Maka terkenanglah masa kanak dan drama permainan sengit ketika berkejar-kejaran di teras rumah nenenda yang terlihat ...

Merci Tout Simplement

Dear Ona dan Ratu, Terima kasih untuk 3 hari dan 2 malam yang menyenangkan kemarin. Terima kasih karena sudah berbagi banyak hal mengenai pandangan terbuka soal hidup, dan soal yang tidak perlu ditakutkan di masa yang akan datang. Terima kasih untuk mengingatkan apa pun keputusan bulat yang telah diambil, mari menjalaninya dengan sepenuh hati, sebab apa yang dikerjakan hari ini, akan membuahkan hasil, salah satunya kebijaksanaan. Terima kasih karena kita akhirnya bisa menginjakkan kaki, bersimpuh, bersujud, dan memanjatkan doa pun mendaraskan rasa sukur yang amat dalam di Istiqlal. Sampai jumpa di pertemuan kita selanjutnya. Sampai jumpa lagi segera, sebelum masing-masing dari kita genap mencapai usia 30 tahun. Aku mendoakan kebaikan dan kesehatan untuk kita, jodoh yang baik untuk kita, rezeki yang berlimpah untuk kita, serta bank kekuatan yang senantiasa mengiringi mimpi kita. Aamiin, with love 

A.M.A

Ars Magna Alexander, Bii belakangan sedang kecapean. Satu bulan ini kurang tidur, makan tidak teratur, hari-hari Bii dipenuhi oleh pekerjaan yang tidak bisa dihindari. Mungkin nanti, meski Bii terlampau cape beraktivitas, malamnya kita bisa makan bersama, cerita mengenai hari-hari panjang kita, lalu dilanjutkan dengan membaca buku cerita yang singkat, juga berdoa sebelum tidur supaya kita masih bisa merasa hangat kendati hari-hari yang melelahkan datang silih berganti. Ti amo, Ars Magna Alexander. 

Ingin Ini Ingin Itu

Hal terbaik yang pingin gue lakuin sebelum tidur malam ini adalah makan nasi putih pulen hangat, pakai pan seared salmon, lalu di atasnya ditambahin mayonnaise manis dan sedikit chili oil, dan tiap suapan ditemani dengan potongan kecil nori. Tapi malas betul rasanya untuk masak. Toh besok pagi juga mau sahur.  Help!!

Puisi Terjemahan - Stephen Dunn

TEMPAT IA MENEMUKAN DIRINYA Si pendatang membuka peta dan menunjuk ke sebuah titik hitam. "Lihat, betapa terasingnya aku selama ini, di sini, di antara kalian semua," tegasnya. "Betul." John si kuda poni yang lembut menimpali, "Keterasingan jelas menjadi kebahagiaan bagimu."  Namun Sang Ketua Regu menginterupsi "Lalu sekarang, mari dengarkan ia lagi, cobalah untuk sedikit lebih jujur." Si pendatang merasakan kenyamanan yang tidak lagi asing dari orang-orang yang menentangnya. Ia meracau perihal kebodohan-kebodohan  akan cinta, begitu pun hidup yang menjadi penyitaan yang berkepanjangan, hingga yang lainnya menyahut, "dulunya aku seekor babi, si rakus yang payah, dan kini menjelma aku llama." Kepada yang lainnya seseorang menambahkan, "dan aku, sebelumnya seekor serigala. Kini anak-anak mendekatiku, tanpa merasa takut." Sang Ketua Regu menanyai si pendatang, "Kau sudah menjelma binatang apa saja?" "Seekor tikus y...

May I Sleep in Peace

I dated someone years back then. He thought he was cool. Then this guy got along with one of my friends. One day he commented on one of my feeds and said, "this one looks good." At that time I thought it was the pictures that was taken by me that looked good but it wasn't. In fact it was the one captured by my camera.  Then the next one was when I did a deep talk with him and suddenly my friend rang me but my ex insisted to pick it up. I asked him why, then he responded, "if it's a pretty gurl ringing you, why not?" Lol, thank God I managed to ditch him from my life. You think you're cool, no you're not. Go marinate yourself with all your delusional imaginations and get lost.  Shits happened, but that's alright if it's needed to value someone's quality. If they showed too many red flags, as soon as possible I had to decide to walk forward and never look back or stay on the same spot and left behind. The major thing I did now was I chose n...

Akan Kuberi Tahu

Rumah semakin dekat Namun hujan tidak bisa menunggu Katamu jalan pulang yang panjang menyimpan jalan pintas bagi yang percaya Aku suka melihat-lihat toko tua  Dari balik kaca mobil yang kotor dan basah Tulisan di atas papan antik itu Beraroma daging asap di rumah Oma Hujan tak pernah bosan mengguyur Tikungan kering dan buntu Barangkali kau tengah gusar Nasi yang panas dan baru matang akan menyambutmu Aku sangat suka menyimpan pesan panjangmu Di saku mantel yang kukenakan Selain hangat dan gemar memeluk diri Aku merangkul yang tercerai berlembar-lembar Ketika masih kanak-kanak, kita ingin lekas tumbuh Memimpikan cukup usia menenggak bir juga mengunyah asam garam Kini, kita memimpikan keteraturan jam tidur, lambung yang kuat, juga merawat diri saat libur panjang Tak ada yang lebih berat dari bermain dadu Selain hujan yang gawat menjadi gerimis