Ars Magna Alexander, Bii belakangan sedang kecapean. Satu bulan ini kurang tidur, makan tidak teratur, hari-hari Bii dipenuhi oleh pekerjaan yang tidak bisa dihindari. Mungkin nanti, meski Bii terlampau cape beraktivitas, malamnya kita bisa makan bersama, cerita mengenai hari-hari panjang kita, lalu dilanjutkan dengan membaca buku cerita yang singkat, juga berdoa sebelum tidur supaya kita masih bisa merasa hangat kendati hari-hari yang melelahkan datang silih berganti. Ti amo, Ars Magna Alexander.
Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin