Langsung ke konten utama

Postingan

TENGAH MALAM

dodo arumdono dan abangnya Mari saling mencari Jika masih kita tetap berdiri Saling membaca jalan yang membelah dua Antara jarak kita yang mengarah jauh Menohok hujan yang polos Menggaris cahaya Menusuk tubuh dengan gerimis yang membikin kita semakin laut dan tenggelam

BUKAN UNTUK SIAPA-SIAPA

ada semacam dada dengan penyakit di punggungnya satu tahun tumbuh penyakit punggung satu tahun lagi tumbuh penyakit ganas dengan warna merah dan putih maka jadilah merah muda penyakit itu entah bagaimana aku mesti mengatakan bahwa penyakit adalah wujud kesepian dan semesta dengan tubuhnya yang tambun aku membayangkan penyakit cepat tumbuh dalam keadaan sedih lalu penyakit itu mulai membikin rumahnya sendiri dengan pelabuhan yang tak sepi dari kapalnya lantas penyakit itu mulai menjadi nama dan simbol kehidupan tanpa penyakit kesedihan bukan apa-apa

SUATU MALAM BERSAMA PLATH

Sylvia Plath Waktu itu aku mengingat namamu Lewat sepotong bulan yang memerah pipinya suatu malam aku datang mencari bulan Bulan sedang merangkai bunga dalam sebuah wajan Penuh dengan biji mawar, bauksit, timah, beton dan pilar aku datang dengan perasaan haru dan bahagia mengingat saat itu bukan malam apa-apa bukan malam yang mengingatkanku pada sebuah pelukan yang hampir palsu diterpa angin, pelukan menjadi gontai diam-diam aku sapa bulan itu dengan suara parau yang dikeluarkan pelan-pelan asap rokok, uap kopi, roti yang gosong, londrian lima kilogram, dan seprei coklat mereka berloncatan satu demi satu saling berlari menuju mulut dengan bentuk cekung dan lebam mulut itu akan tumbuh menjadi sebuah dunia dengan biji mawar, bauksit, timah, beton dan pilar   air mengalir tanah menjadi kokoh dan cahaya akan muncul dengan pasukannya yang kuning dan hitam lantas saat itu bulan diam-diam mengedipkan matanya yang bulat penu...

ALIH-ALIH

setelah kembali pada kamar siang itu ketika telpon kita baru saja terputus aku melihat sebuah punggung terbelah sebuah sungai bening dan bukit dengan kehidupan aneh lalu perahu-perahu yang berlayar menjauh aku mereka itu manusia dari tuhan yang lain aku mengambil kamera yang tergeletak suntuk di atas meja selepas tombol dinyalakan aku menangkap sebuah gambar hitam yang melengkug di ujung sana aku kembali mencari gambar dengan posisi yang lain aku setengah berjingkat dari ubin-ubin mereka satu-persatu jatuh ke bawah mereka membikin kepala yang runcing sebelum membentur dasar aku menemukan hitam dalam bentuk yang sama hitam dengan wajah yang hancur dan berdarah dari kasat lubang matanya hitam yang lain mengalir hitam yang hanyut mendekati perahu-perahu yang hendak pergi menemukan tuhan yang baru lantas di sana aku mengira ada sebuah anak panah yang menunjukkan jalan pulang bagi perahu-perahu yang hilang aku memandang ke arah me...

SEBUAH HARMONISASI

fatin, eca, camilla, epot, neno, dan il divo Jujur saja kekasih Aku ingin mencintaimu dengan segenap harapan Ketika pagi-pagi sekali Kita gelisah dan kadang mengantuk Sebab semalam kita sibuk berdiskusi Akan dibawa kemana pagi esoknya Harapan itu Terkadang bernyanyi di pikiran kita Ia menggambar sebentuk lukisan Dengan warna-warni sepasang kekasih Sehabis hujan Mereka duduk di kursi taman Tumbuhan dan bunga-bungaan menjadikan sebuah kehidupan Yang menyala-nyala di mata mereka Serumpun musik hujan Saat itu baru saja mereda Tik tok jantung Dan kegelisahan memenuhi dada mereka yang tidak lagi lapang Menampung pagi-pagi yang seandainya mesti datang kembali Membawa harapan Sepertinya telah menggenapkan kisah cinta kita yang akan abadi

PERIHAL SARAJEVO DAN PERCINTAAN

oka rusmini aku menganggap tubuhnya seksi subur ditumbuhi oleh rambut-rambut halus dan hitam matanya menjerat rindu mana pun rindu yang sangsai pada debu kamar dengan huruf-huruf yang menggantung dan gampang terbakar aku membayangkan seratus biji kopi ditanam di tubuhnya seribu musim dengan salju dan lautan yang meleleh dan beraroma keringat biji-biji kopi yang menjadi kehidupan baru menjadi semesta yang tumbuh dengan usia yang mengerucut akan menuai seribu tangkai dan seribu daun gugur yang memeluk erat tengkuknya yang baru saja sembuh dari rasa sakit aku sepakat menyebutnya kedinginan seribu hari ia lupa menyalakan api ditubuhnya seribu hari ia menyalakan cuaca yang sangat lain dan begitu suntuk cahaya itu ia bagi menjadi jari dan mulutnya dengan seribu hari dan musim-musim yang lebih awet "Yu, aku minta sajak-sajak sarajevo yang pernah kamu ketik waktu itu saat pertama kali kita menikahi asap yang abadi kamu pasti tahu dan tidak lupa. aku masi...

KARENA SESUNGGUHNYA WANITA DAN AKU

sarah kay aku mendengar suaramu tadi malam ketika pertama kali memasuki rumah dengan cahaya kuning dan asap kebiru-biruan lantas aku terburu-buru mengikuti pintu mana saja aku teringat dengan sebatang cerutu yang dipesan dan diantarkan tadi malam seseorang yang sedang memerhatikanku dari belakang ia melihat dengan pandangan aneh dengan mata pertama lalu kemudian dibukanya mata kedua persis seperti ketika kita membuka mata selepas berciuman dengan bibir angin yang baru saja melahirkan tabir-tabir baru selepas tadi selepas ketika kamu baru saja mengirimkan paket tanpa nama apakah demikian setelah seseorang yang mengantarkan cerutu dan seseorang lainnya yang memandang kita dengan tikaman yang memunculkan rahasia pada masing-masing matanya merupakan cara untuk menguji kesabaran seorang wanita di sini ia tidak bisa tidur karena angin cemas begitu kencang ia tidak mengerjakan apa yang ditugaskan oleh gurunya minggu lalu ia lupa mencuci tanga...