Langsung ke konten utama

Acceptance

What does it mean to accept? To accept means to recognize and to acknowledge reality as it is. Reality could be painful or beautiful. In the context of trying our best, acceptance means we're totally ok to not feel ok, and that we acknowledge that to try our best is a must, it's our responsibility as it is a part of ikhtiar, and that we begin to live with the truth. 

This one year, maybe the next one year too, is going to be the restless years. The season to juggle, that's what my fiance told me. He also added, that to accept is to understand the restless years are temporary, it ain't permanent as long as we walk hand in hand. 

These two months, after my fiance's flight for his Masters, we didn't really talk much about love. Adjustment was and is our main topic recently. It could be stressful and yeah, there will always be hard moment at the beginning. When we adjust, we face the truth, we let ourselves to feel, and adjust to a new normal. 

The time gap of 6 hours is also a lot. I couldn't imagine if my fiance decided to fly to Canada, since it has 12 to 13 hours gap. In the neck of my wood it would be morning, while in the neck of hims, would be evening. Hou la la, Earth is indeed a huge planet innit? 

Oh anyway, accepting isn't merely about this LDR, it also applies to what I feel right now. I am that small if I compare myself to other people. But my mentor came and reminded me how courageous I am to make a bigger step and impact to stand tall in the class guiding so many people (that are basically greater than me). With her wisdom, she stated that this is my first year, there will be thousands of adjustment. One day, I will not need to worry anymore about how people value me. The way I value myself does matter too. 

This period of time, I'm still trying my best to get the pdf file of the unpublished journal written by Anna Maria Maccheroni, Maria Montessori's colleague in teaching music by using Montessori method. Her book, Orecchi, Voce, Occhio, and Mano, is the journal I need the most to prepare my Music and Movement in Montessori training class. One day, I would be fly to Amsterdam and come for a visit to AMI library, where I could see and marinate myself more to this unpublished journal. It's so enlightening! Amen, insya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

Dialog pada Diri

Saya percaya bahwa berdialog dengan diri dapat meningkatkan keintiman dengan diri sendiri. Biasanya, saya memulai dengan mempersiapkan satu atau dua pertanyaan, lalu dalam keheningan membiarkan diri sendiri secara luwes menjawabnya satu-persatu. Atau bisa saja bukan jawaban yang diperoleh, melainkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih rumit dari sebelumnya. Tapi tidak mengapa, yang demikian itu membuat saya belajar untuk paham bahwasanya diri ini, terkadang bertingkah layaknya anak kecil yang ingin tahu banyak hal. Ia akan mengutarakan banyak pertanyaan pada siapa pun. Bukan semata untuk memuaskan keingintahuan, tapi juga untuk menyadari betapa saya tidak mengetahui apa-apa kecuali mulai melatih diri untuk lebih banyak bersukur, mengurangi intensitas mengeluh, tetap fokus dan melakukan yang terbaik pada hari ini, bila terjadi guncangan gunakan momen itu untuk berbenah dan tetap tenang, serta membiasakan diri untuk percaya pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka-luka. Prosesnya tent...

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...