If ever a thing triggered me to be consumed by anger, I kinda question "Should I react or sit and do nothing?" The same question is always spinning around my head. Regardless I should react or sit and do nothing become my decision later, I would also consider to let anger out of my skin assertively. That's it. Why? I'm here not to fulfill everyone's expectation, for instance I dress up a bit too much at least for a preschool teacher not to impress people. I put it on because I enjoy wearing it. It helps me to build my confidence, for at least 6 hours I'll be performing as an educator, listening and talking to my students (they are also my colleagues). For me, being a smart and wise educator won't be sufficient. If what I'm wearing doesn't please you, that's because I'm not for everyone. And I'm not asking for your unsolicited advices.
Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin