It hasn't been midnight yet, but the two hours gap of May 18th to May 19, means so close. I am glad that no one asked what are my wishes in this new chapter of life. Frankly speaking, I feel like a brainless corpse and totally clueless. The only thing that matters is I wish no more nightmares so I can have some solid hours to sleep, wake up early with no regrets for the lack of sleep. Dear myself, since no one telling me that they love me and that is not a problem at all, let me write you this, "I sincerely love you, dear Ms Mut. Happy birthday! May Universe and Mother Earth bless you, always!
Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin