Langsung ke konten utama

N A N T I

"Waktu tak akan terlambat tiba
Rayakanlah penantian"

Itu adalah dua penggalan larik lagu kesukaan saya yang dibawakan oleh Payung Teduh, berjudul Nanti. Kontan penggalan larik di atas mengingatkan saya pada ucapan bijak yang berbunyi, "When the time is right, it will come." Ya, tentu saja tidak ada gunanya terburu-buru. Pada akhirnya, penantian kita akan berbuah manis. Kalaupun tidak, tandanya bukan akhir dari sebuah perjalanan.

Ah, saya mau lanjut merendam kepala saya pada sebuah buku pinjaman dari seorang teman yang sangat baik, Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan. Pada Chapter 1, terdapat poin singkat mengenai perbedaan kebutuhan emosi laki-laki dan perempuan dalam suatu hubungan pernikahan. Perempuan menempatkan kebutuhan perasaan disayangi oleh pasangan sebagai kebutuhan nomor wahid, sedangkan pria membutuhkan pemenuhan kebutuhan seksual. Wah wah, ada apa ini?

Pada saat membaca bagian ini, spontan saya berseloroh pada teman-teman untuk mengingat dengan baik bahwa perempuan ternyata masih dihantuin dengan kebutuhan seksualnya, sehingga mau tidak mau harus diredam lalu diganti dengan kebutuhan untuk disayangi. Perempuan berperan pasif dalam hubungan pernikahan, sedangkan laki-laki tidak. Dialah yang memegang kendali. Dan dengan pernyataan itu, tidak heran jika banyak yang menikah untuk alasan prokreasi, melupakan hal-hal sakral yang mestinya menjadi landasan untuk memutuskan mengapa ingin menikah. Lantas apakah ini dapat disebut sebagai kebutuhan emosi, atau ada embel-embel kebutuhan visual semata?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

And I Said Yes, I Will

Mi amor, my love, Daddy K I said yes to our next journey, thick and thin I said yes to our progress, I'm all set I said yes to the mornings with tears and migraines  and to the nights with hugs and gentle kisses  I said yes to a lifetime prayer till Jannah This ring has given us power and awareness, love and affection, passion and patience, anxiety and peace, uncertainty and assurance, fears and courage, doubt and commitment, comfort over stormy days The knot we tie in this ring, cannot be wiped out Our loyalty worth more than anything we have And may Allah send us guidance, always Oct 2025

What Does Friend Mean?

Before asking about what does friend mean, let's sit, ask, reflect, and be honest. How well we treated ourselves so far? Did we rest in an eight solid hour? Did we eat healthy food? Did we train our muscles? Did we respond to things around us with tranquility to gain the bigger picture? Did we respect ourselves with kindness and genuineness? Were we dare enough to say no when things weren't our cups of tea?