Langsung ke konten utama

Jalan : Penghuni Malam yang Asing

: wi

jalan 1

dimana aku harus memadamkan api
sedang ini waktu hujan adalah malam
dan penghuninya yang asing
dengan banban motor
mengalir denyut mereka yang dikejarkejar para laron
dan penyinggahan adalah tempat pemadaman itu sendiri

jalan 2

dari mana aku harus memulai sajak ini
bila kata habis terpotong
lalu bunting tibatiba
tanpa ada sedikit sanggama dan bibir yang basah
: sajak ini siasia

jalan 3

siapa yang harusku kutuk di sini
atau melempari rambut dengan gumpalan batu
memagari tubuh dengan kerangkeng besi
atau meniduri setiap geletar nafas
luruh oleh ribuan gerimis gelombang
leherku tersekat
laut begitu asin dan pekat
badan perahu badan ikan
aku kini lebih memahamimu
: sebagai penghuni malam yang memakai baju kedodoran

jalan 4

jarak di sini musti kutuntaskan
penghuni malam yang asing
di setiap pemahaman akan jalan
terselip makna entah segala apa

jalan yang asing
aku jadi jelma penghuni malam yang asing
yang juga siasia


sekayu, 19 nov 09

Komentar