Langsung ke konten utama

G


-G

aku memimpikan perjalanan pulang
dengan riak angin di antara lembut mata
yang saling berbicara dengan bahasa kalbu

rindang tangan ini
pada pukul lima sore
diam-diam ingin memeluk wajahmu yang dipenuhi tetumbuhan
:rimbun dan kebiruan

ketika pulang
aku yang menemani ingatanmu yang tumbuh cepat
adalah kita yang saling memandang lurus
menohok tiang-tiang hujan yang datang berkomplotan
membuat rambut kita yang gerimis makin basah

Piy,
sepulangnya dari sini
aku akan membawamu pergi bersama layar-layar
yang dibawa angin menuju laut lepas

perjalanan memang panjang
kepulangan yang semakin akrab
membuat kita takut dengan kepulangan-kepulangan lain

lantas aku teringat pada langkah kita yang mengacau
: Piy
  lekas pulang


2013

 
 

Komentar

  1. puisi lagi ya hoho, ajarin dong :p

    ih, payah nih.

    blognya di follow, eh... gak di follow balik, kecewa deh penonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh tunggu ju. dari kemarin ga bisa follow. sinyal lola. iya aku folback. ane follow. tenang,

      Hapus

Posting Komentar

hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin

Postingan populer dari blog ini

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...