Langsung ke konten utama

Pigura





Pigura


Sebuah kecamuk datang dari balik pintu
Soerang lelaki yang kabur dengan sebuah pisau di pundaknya
Mengambil sebuah album kenangan
Berisi pigura wanita-wanita yang dinikahinya sebelum pantai reda
Dan mengamuk di kedua dadanya

“Laman cinta ini pernah ditumbuhi sebuah pohon yang kucuri dari sebuah taman. Kelupaan menghabiskan segala buahnya yang merah dan gurih. Sepasang lebah yang belajar merawat telur di bawah sayap kemudian mati.”

Sebuah kecamuk dalam ingatan berputar melewati waktu yang dituliskan lewat sebuah tangan yang ingin mencabut pisau dengan perlahan. Rasa nyeri menjadi sebentuk kue cokelat dan semangkuk puding kenyal berwarna. Dari jauh sebuah pelangi melesat cepat. Hanya bintang berekor api yang dapat dijumpai, menyerupai asap.

Jakarta, Januari 2012

Komentar

Posting Komentar

hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin