Langsung ke konten utama

Hari Baik untuk Orang Baik

Saya sangat suka mendengarkan cerita juga bercerita tentang apa saja pada teman-teman yang saya kenal secara baik. Bagi saya, cerita adalah katarsis juga refleksi yang berharga, sebab butuh energi yang besar juga ketenangan dalam merenungi nilai-nilai yang bisa saya petik dari setiap kejadian. Contohnya hari ini, saya berkesempatan untuk bertemu dengan seorang teman lama yang saya kenal secara baik sejak di bangku sekolah. Saya mengaguminya untuk beberapa hal, selain ambisi, cara mengelola keuangan, juga soal pandangan hidup mengenai berbesar hati untuk memaafkan siapa pun yang pernah menyakiti. Saya bersukur untuk pertemuan dan obrolan ringan namun berfaedah yang terjadi hari ini. Dear Gerry, terima kasih. Sebagai seorang teman, saya mendoakan kebaikan yang tiada putus untukmu, untuk senantiasa dilimpahkan padamu sepanjang hidupmu. 


Beberapa hari ini, saya kerap berdoa agar diangkat sembilan penyakit hati yang menggerogoti jiwa saya, salah satunya hasad (penyakit benci dan sukar memaafkan). Doa ini perlahan terjawab ketika berdiskusi dengan Pakdhe juga seorang teman yang baik. Hal ini membuat saya merasa lebih lega, lebih lapang, lebih penuh, dan lebih bersukur untuk hal-hal baik yang dilimpahkan pada saya. Nanti kita ketemu dan bicara banyak hal lagi ya, Ger. Lekas rampung S2-mu. Semoga lekas akrab dengan Rusia meski sedang berkecamuk dengan Ukraina dan negara barat lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

Dialog pada Diri

Saya percaya bahwa berdialog dengan diri dapat meningkatkan keintiman dengan diri sendiri. Biasanya, saya memulai dengan mempersiapkan satu atau dua pertanyaan, lalu dalam keheningan membiarkan diri sendiri secara luwes menjawabnya satu-persatu. Atau bisa saja bukan jawaban yang diperoleh, melainkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih rumit dari sebelumnya. Tapi tidak mengapa, yang demikian itu membuat saya belajar untuk paham bahwasanya diri ini, terkadang bertingkah layaknya anak kecil yang ingin tahu banyak hal. Ia akan mengutarakan banyak pertanyaan pada siapa pun. Bukan semata untuk memuaskan keingintahuan, tapi juga untuk menyadari betapa saya tidak mengetahui apa-apa kecuali mulai melatih diri untuk lebih banyak bersukur, mengurangi intensitas mengeluh, tetap fokus dan melakukan yang terbaik pada hari ini, bila terjadi guncangan gunakan momen itu untuk berbenah dan tetap tenang, serta membiasakan diri untuk percaya pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka-luka. Prosesnya tent...

Resting

The exhaustion is real. It's not tired merely, but also fatigue. I still am grateful for what I've experienced and achieved so far. That doesn't mean to win, that simply means to taste what it feels like moving forward when I still figure out how to gain the strength, patience, and sanity at the same time. 24 hours a day will never be enough to just rest and get enough sleep when you dream that big. God will answer the prayers. At this point, He knows what's best for me. I walk the journey with Him as my backing. He hugs me when I'm weary. He grants me resilience. He guarantees protection. Over all, I'm quite content that I make a move even if it seems still far away to step on the finish line. Back then, my uncle gently reminded me that once I reached the finish line, it means I'm dead and could never create more. I do remember when I dreamed bigger to start a sensory class, making the proposal, maintaining health - work - life balance, etc, it was a roller...