Langsung ke konten utama

KACAU


Usia tidak pernah benar-benar menjamin dirimu menjadi dewasa
Tumbuh tanpa menjadi benalu mesti dicari
Ia tidak datang sendiri seperti bencana
Atau benci ketika sedang marah

Ketika kau cari
Maka carilah di sela-sela rambut yang terikat dan terjepit
Di lubang kancing baju yang sempit
Di perut yang sedikit-sedikit sembelit
Atau kantong celana yang menjerit
Sebab uang sakumu meluap
Sebelum sempat kau bekukan ke dalam buku tabungan

Menjadi dewasa sungguh sulit
Usahamu harus setinggi tiang listrik
Seliar belut yang meloloskan diri dari gerammu menahan lapar
Segigih tangis anak gadis yang dilecehkan
Seawet buku garansi menanggung kerusakan fisik dan mental
Setajam ujung silet, sebab jika tumpul
Kumis dan janggutmu akan terpangkas sebagian
Wajahmu menjadi tidak simetris
Dan perhatiamu teralihkan 
Pelan-pelan kau tinggalkan tujuanmu

Kau berjalan sambil meraba
Dimana ujung perjalanan yang panjang
Bukannya menangis dan berbalik arah
Kau malah berjalan semakin cepat
Mengepal tinju
Kau anak gadis yang menangis itu
Dilecehkan fisik juga mentalmu

2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...