Langsung ke konten utama

HALLELUJAH


HALLE

Untuk seorang diri dari masing-masing kita yang hampir hilang pada diskusi saat itu, pejamkan sebentar saja mata dan lebarkan sedikit saja tangan kita. barangkali kita akan mendapati seluas pandang padang hijau-putih dan rumah yang terjamah oleh pendoa. Mereka khusuk melayangkan rapalan tersulit dan yang kita butuhkan bukan sekadar kamus bahasa asing untuk mampu membacanya.

Cukupkah kita cuma diam sambil melihat ke arah luar? pemandangan yang lain di sana bukannya sama saja seperti nanar mata kosong tangis anak yang terlentang menggapai dada ibunya?






 LUJAH


Halle, anak itu sudah besar. Kamu tahu jalan mana yang sering ditempuhnya saat pulang sekolah? Ah tapi kamu pasti bilang hanya Tuhan yang tahu. tuhan yang terjaga memonitori kita saat semua kehidupan bukan lagi sebuah pesta.
Anak itu anak yang menyebut tubuhnya pohon. Ibu bapaknya dianggap Tuhan yang mengatur garis-garis kelahiran di tanggannya. Anak yang melupakan semua kesenangan, getir anggur saat panen, juga limbung pada seloki minuman dingin. Anak itu yang dibiarkan diberi nama Lujah oleh Tuhannya barangkali cuma bisa ketawa lewat tenggorokannya.



2015


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan Rumi - When I Die

Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut  dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...