It was pouring. I went home and was starving at the same time. I had no clue what to eat. I planned to buy food around my place but I recalled that I could not control what ingredients I would have in that food and how it would affect my body. So I decided to cook fried rice. So simple, all I needed was rice, salted butter, VCO, garlic, red pepper, shallot, spring onion, celery, salted soy sauce, a bit sugar, salt, and mushroom bouillon. I prepare two sunny side-up eggs too with no oil nor salt. Just the plain ones. I added two fresh tomatoes to improve the texture of crunchiness since I would not eat any chips. Voilà, yummy nasi goreng. Maybe this year's gonna be y last year as an unmarried woman lol. So next year, I'm not gonna enjoy it all by myself. Happiness and contentment could be shared when we're ready to share with commitment and mindfulness. Amen 😉
Saya mencoba menerjemahkan sajak yang ditulis oleh Rumi berjudul ' When I Die '. Selamat membaca, kawan! *** Ketika Maut Menjemputku Ketika maut menjemputku ketika peti jenazahku disiapkan jangan kau kira aku merindukan kehidupan dunia jangan menitikkan air mata jangan sesekali meratapi atau berduka cita aku tidak sedang terjerembab ke dalam neraka para iblis tatkala kau saksikan jasadku dipikul berhentilah menangisi kepergianku aku tidak pergi sebaliknya aku sedang berada di sisi Sang Maha Penyayang bila kau beringsut dari peristirahatan terakhirku jangan ucapkan selamat tinggal ingatlah bahwa pusara sejatinya hanya sebuah tirai yang menyembunyikan firdaus di belakangnya kau hanya akan menyaksikanku terbujur di liang lahad kini lihatlah kebangkitanku bagaimana mungkin yang kau saksikan menjadi sebuah akhir tatkala matahari tenggelam atau bulan terbenam yang terekam di matamu tampak seperti akhir juga seperti senja namun sebaliknya, yang kau saksikan adalah fajar saat maut men...
Komentar
Posting Komentar
hembusan yang akan disampaikan pada nona-angin