Langsung ke konten utama

Over The Storms

Hari ini, hari apa ya? Ternyata masih Selasa, dan selagi Selasa, aku ingin bercerita kalau hari ini rasanya campur aduk. Tapi sejujurnya aku bahagia, sebab kelas holiday program hari ini terasa lebih bermakna. Mengapa? Anak-anak mulai lebih banyak mengenal nature, dan materi yang kusampaikan pun dapat menjadi umpan diskusi yang menarik. 


Di kelas, kami mendiskusikan bagaimana tanaman dapat tumbuh, proses apa yang dilalui. Lalu, ketika tumbuh, tanaman ini menjadi apa saja. Ada yang tumbuh menjadi flowers, thistle, ivy, shrub, palm tree, tree, corn, dan bamboo. Yang menarik adalah ketika saya menjelaskan perbedaan antara flowers dan thistle, sebab ada agen-agen yang berbeda. 


Selain itu, anak-anak juga berkesempatan untuk mencoba planting biji bunga matahari. Banyak anak yang mengenalinya sebagai camilan di kala bersantai. Betul, kuaci adalah makanan hampir sejuta umat. 


Setelah kelas selesai, kami semua pergi ke satu restoran AYCE untuk gathering akhir tahun ajaran. Mulai dari keberangkatan, lalu waktu makan, dan saat pulang, aku bisa melihat betapa orang yang kita kira kita mengenalnya, ternyata kita tidak mengenalnya. Mungkin pernyataannya di balik seperti ini. Manusia itu punya dinamika, mereka punya sifat yang tidak bisa dikontrol oleh pihak lain. Awalnya kita menduga kita mengenal mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, mungkin mereka mengalami banyak hal dan pergumulan yang tidak pernah kita ketahui. Mereka tidak bermaksud melakukan suatu hal, tapi karena ada dorongan yang lain, mereka jadi melakukan hal yang sebetulnya tidak perlu dilakukan. Susah juga ya menjelaskannya. 


Kadang, aku ingin protes. Kadang aku ingin bilang, "Bertindaklah sebagaimana usiamu saat ini. Bertindaklah secara profesional. Kita ini kolega, bukan teman." Ingin sekali aku bilang seperti itu. Belum sempat aku bicara, suaraku tercekat di tenggorokan, seperti ada yang menahan. Aku menghela napas panjang. Aku ingat satu hal, berbagi ruang untuk orang-orang yang tidak mempedulikannya, is too much, too much for your health, too much for your sanity, too much for your progress. Tentu ada alasan mengapa orang-orang tidak dapat bertahan selamanya di hidup kita. 


Next project, aku mau membaca buku berjudul Let Them dan jurnal mengenai friendship yang membahas mengapa orang datang dan pergi, dan hanya sedikit yang bertahan. Aku istirahat dengan hati yang cukup berat. Tapi, pengalaman duduk bersebelahan dengan bos, adalah pengalaman yang tidak akan aku lewatkan. Setidaknya, aku sedikit mendengar isu apa saja yang sedang terjadi di sekolahku. Ada isu mengenai orang tua anak, isu perkembangan anak, isu mengenai kurikulum sekolah, isu mengenai kesehatan dari pegawai di sekolah, dll. 


Ada banyak moment ketika aku ingin sekali menyerah. Ketika aku melihat ke sekelilingku, aku rasa hidupku lebih beruntung dari yang lain. Bukan berarti aku mengerdilkan pengalaman hidup orang. Ini bentuk syukurku, sebab aku masih dibimbing dan dilindungi. Kadang, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik untuk kita. Aku hanya bisa berusaha keras, lalu bernapas, dan being grateful untuk hal-hal kecil setiap pagi setelah bangun tidur dan sesaat sebelum tidur. 


Untuk teman-teman yang sedang berjuang, rasanya tidak mudah ya. Kadang juga terasa tidak mungkin. Tidak apa-apa. Nothing is forever. Kesulitan dan kemudahan berjalan beriringan. Kesulitan sifatnya sementara. Yang abadi adalah mengapresiasi hidup, mulai dari bertahan, lalu menjadi hidup kembali. 


Aku memeluk diri sendiri, merahasiakan lelah dan kecemasan dari orang lain kecuali Allah. Alhamdulillah, Engkau memberikanku stress yang baik. Aku hanya ingin berkembang dan tenang. 


Xoxo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Choices

There will always be the first time for everyone. The first time to hear, the first time to feel, the first time to move, the first time to breathe and cry, the first time to drink, the first time to eat, the first time to respond, the first time to play, the first time to play together and solve the very own problem, the first time to enter school, the first time to teach, the first time to talk and engage with numerous audience, the first to be and do anything. . .till it becomes one day. . .the thing that was hard and challenging, could become a piece of cake. It takes courage, it takes sweat and tears, it takes sleepless nights, it takes restless days, it takes commitment, it takes everything. Maybe it takes your happiness away either. It may seem scary and it may seem crazy. It requires self and stress management. I always have choices amongst these options. I commence to reflect. Back then, I love to  compare people, wether it would be worth it or not at all. I compare A to B...

The Most Precious Thing

To my fiancé, thank you for being a strong man even when hard times still hit that hard. Your 'cegil' is so proud of you. Dear Dadda K, to be with you has taken me to love myself more. Thank you for being gentle and listening to me and us. I have never felt less as a woman because I finally found my real power. Through the peaks and valleys, through the lengthy journey, I do believe the right train will never pass us by. In this horse year, let's be more kind to each other. Let kindness be the beginning of our story. Dear Daddy K, there were moments I might be afraid of losing us. The worries somehow spiraling. At the end I have to decide and take an action of not letting the hassle consuming me more. The peace, positivity, and tenderness are greater. This morning I looked at myself through the mirror. I asked, "who is this girl I see?" It instantly brought me back to you. I am loved, and your actions are the living proof. It's not only a love letter. I wrote ...

The Awakening of New Energy

This one week, my mind buzzed. I know I had a lot to express. I always feel the urge to talk to people and barely know when to stop. I love creating world with words. Words are playground to me. Sometime I could slide, hop, roll forward, slither, or simply sit and watching people passing by. It's not a bout fun, but it's the awareness of creating more and more. I will try to invest 1 hour each day to write, to think, to get lost, to be found, to express, and write again. Over and over. I hope there will be more people connect and read me. Insya Allah 🤍