Langsung ke konten utama

A Letter for Myself, Past - Now - Future

It's been 10 years after my hardest fall. Life was messy before 2016, but it even was messier since 2016. I had anxiety. It led me to GERD and mild depression. I wept alone in almost every single night. People said time would heal. Instead, it was a ticking bomb. I didn't have a really good history speaking about relationship. I tend to freeze and avoid conflicts. I learned that conflicts were traumatizing. I would not hesitate to avoid conflicts by pleasing people, repressing my emotion, putting aside my feelings, and keeping quiet when things didn't go right. Back in 2023, it was indeed a rollercoaster year as well. That year made me realize of what I need was to relearn, to label what had happened in my journey. It wasn't easy. It was messy. My health was getting worse. It was the year of lessons. The year when I decided to heal and comprehend that conflicts came not to scare, but to resolve. Conflicts shouldn't make people argue, but reconcile, conflicts shouldn't break the vow, but to stick to commitment. Being honest and speak about the truth equally matters. Dear life, it was beautiful to heal, to remain calm and peace, to choose to face the truth, to gradually stand for myself when no one stayed. I chose myself when things seemed chaos. I set boundaries when I dived too deep. I relearned that not all people are allowed to enter the life I rebuilt. Dear life, thank you. 

It's 2026. This is a letter from me to myself 10 years ago. The fragments from you, it is safe now with me. You're my younger sister. You did a great job. You're loved always. For those who stays by my side, I truly deeply appreciate it. God and heaven bless you.

Xoxo

Ms. M


What life would be in the next 5 or 10 years? Should I write another letter for me in the next 10 years? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Terjemahan William Wordsworth - I Wandered Lonely as a Cloud

Hari ini, saya mencoba lagi menerjemahkan sebuah sajak berjudul I Wandered Lonely as a Cloud yang ditulis oleh William Wordsworth. Selamat membaca kawan! Semoga apa yang kita baca hari ini, membuat kita merasa penuh dan bahagia.  *** Umpama Segumpal Awan Aku Berkelana Aku berkelana umpama segumpal awan Yang melayang di ketinggian melampaui lembah dan bukit, Ketika tak sengaja kudapati sejauh mata memandang, Sehamparan bunga-bunga daffodil; Di dekat danau, di bawah rimbun pepohonan, Bunga-bunga daffodil melambai dan menari dikibaskan angin. Tak henti-hentinya laksana bintang-gemintang yang berkilatan Dan mengerjap di keluasan bima sakti, Bintang-gemintang itu, meregang dalam lintasan tanpa batas Di sepanjang tepian danau yang luas: Sekilas kusaksikan berpuluh ribu, Bunga-bunga daffodil saling beradu lewat tarian yang begitu lincah. Ombak di sebelahnya menggulung dan pecah; namun bunga-bunga daffodil Menghempaskan kilauan ombak itu dalam sukacita: Seorang penyair menjumpai dirinya te...

Dialog pada Diri

Saya percaya bahwa berdialog dengan diri dapat meningkatkan keintiman dengan diri sendiri. Biasanya, saya memulai dengan mempersiapkan satu atau dua pertanyaan, lalu dalam keheningan membiarkan diri sendiri secara luwes menjawabnya satu-persatu. Atau bisa saja bukan jawaban yang diperoleh, melainkan pertanyaan-pertanyaan baru yang lebih rumit dari sebelumnya. Tapi tidak mengapa, yang demikian itu membuat saya belajar untuk paham bahwasanya diri ini, terkadang bertingkah layaknya anak kecil yang ingin tahu banyak hal. Ia akan mengutarakan banyak pertanyaan pada siapa pun. Bukan semata untuk memuaskan keingintahuan, tapi juga untuk menyadari betapa saya tidak mengetahui apa-apa kecuali mulai melatih diri untuk lebih banyak bersukur, mengurangi intensitas mengeluh, tetap fokus dan melakukan yang terbaik pada hari ini, bila terjadi guncangan gunakan momen itu untuk berbenah dan tetap tenang, serta membiasakan diri untuk percaya pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka-luka. Prosesnya tent...

Resting

The exhaustion is real. It's not tired merely, but also fatigue. I still am grateful for what I've experienced and achieved so far. That doesn't mean to win, that simply means to taste what it feels like moving forward when I still figure out how to gain the strength, patience, and sanity at the same time. 24 hours a day will never be enough to just rest and get enough sleep when you dream that big. God will answer the prayers. At this point, He knows what's best for me. I walk the journey with Him as my backing. He hugs me when I'm weary. He grants me resilience. He guarantees protection. Over all, I'm quite content that I make a move even if it seems still far away to step on the finish line. Back then, my uncle gently reminded me that once I reached the finish line, it means I'm dead and could never create more. I do remember when I dreamed bigger to start a sensory class, making the proposal, maintaining health - work - life balance, etc, it was a roller...