Langsung ke konten utama

Sajak Pagi, Menghitung Waktu

sajak itu datang dari sepi warna di buku gambar anak yang masih usianya bertangkup di bawah batu dan piring makan seorang ibu

sajak itu menggeliat dan terbang di atas kepala yang berambut tebal bapak dan ibu yang usianya belum genap seribu tahun dan tigakali lipatnya dasawarsa kepalan bumi yang berayunayun pada langit

sajak itu berkata :wangi di tubuh wangi kembang pada sepatu yang berjamur di kaki di mulutmulut anak bapak ibu yang pada waktu bangunnya dari tidur panjang tibatiba melayu mendingin menggigil panas di tanahsalju.


Palembang, '10

Komentar