Langsung ke konten utama

Postingan

White Sorrow

  we were a lord tuhan kami yang diberkati adalah umpama doa dan air suci yang mengalir dari tirani dan penantian di kursi ke sekian kali yang menyudut dari perhatianmu yang hampir luput kami datang dengan kecemasan berbalut harapan dan sepasang tangan kekasih sedemikian putih kami memahami harimu yang baru saja tiba kami sampaikan ada semacam cahaya yang berulang kali meredup dan kadang tiada tuhan kami yang dikasihi dengan kecemasan semacam ini maka menyatulah kami dengan tubuh tuhan yang masih jauh dari kematian 2013 

G

-G aku memimpikan perjalanan pulang dengan riak angin di antara lembut mata yang saling berbicara dengan bahasa kalbu rindang tangan ini pada pukul lima sore diam-diam ingin memeluk wajahmu yang dipenuhi tetumbuhan :rimbun dan kebiruan ketika pulang aku yang menemani ingatanmu yang tumbuh cepat adalah kita yang saling memandang lurus menohok tiang-tiang hujan yang datang berkomplotan membuat rambut kita yang gerimis makin basah Piy, sepulangnya dari sini aku akan membawamu pergi bersama layar-layar yang dibawa angin menuju laut lepas perjalanan memang panjang kepulangan yang semakin akrab membuat kita takut dengan kepulangan-kepulangan lain lantas aku teringat pada langkah kita yang mengacau : Piy    lekas pulang 2013    

MALAM SEMARANG

kapan pergi ke pantai kapan saja bila angin telah pulang merapat dengan singgahnya sebuah singgasana rindu membentang menekuk jarak yang sudah terbuang matahari pernah hidup sia-sia dalam bayangannya yang merapat di belakang rindang wajahmu aku teringat sangsai angin membawa kita menuju gelombang yang lagi-lagi gemetar ada techno music  di dalam saku ingatan ada jalan yang hendak membasuh hujan nanti barangkali sebelum ke pantai akan kita lepaskan pakaian, kalung, dan warna-warni pelangi tiada lagi yang disebut manusia dalam tenggelamnya tubuh kita entah mereka akan kembali kemana kepada sajak-sajak fiksi pembunuhan seorang peneror kepada peneror lainnya kita saksikan halaman rumah yang sepi maka keasikan datang diam-diam menyelinap dari balik kolam   : cahaya yang bersuara lewat ikan-ikan Semarang 2013  

NAMUN BEGITU MAMA ...

kepada mama ada semacam tanda semua kesedihan akan menjadi yang paling damai di dekat matamu rambut yang terikat dengan sebuah kain yang melar persis seperti ingatan kita yang tumbuh mengecil, tumbuh, dan kembali pada Zatnya semacam tanda itu melubangi pikiran kita yang dilanda tik tok tangis waktu tidak pernah berhenti begitu pula tangisan itu yang demikian memanggil nama kita tanda itu kita mencoba berkabung di dalamnya kita mengingat mana yang lebih menyakitkan antara melepas yang telah lama tinggal atau yang baru saja hendak pergi jauh dari jangkauan aku meringkuk di sana tidak ada sinyal telpon tidak juga pesan mesra yang datang memanggilku dengan sebuah kesaksian sayang itu barangkali akan pupus begitu saja 2012

SEBUAH CATATAN

: agus c noor, el aquila blanca terkadang malam tidak benar-benar gelap di bawah rumpun rumput rindang cahaya memantul menerobos celah-celah kecil aku teringat akan muslihat yang kita lakukan saat itu seekor kucing apa bila didekatkan dengan sebatang kayu yang tak lama mati akan berubah menjadi sesuatu yang lain tidak perlu pengorbanan atas apa yang akan terjadi nanti bila memang waktunya segalanya akan menjadi mulus muslihat akan menggenapkan namanya menjadi seribu musim yang lebih awet lalu sepertinya atas perubahan yang baru saja terjadi kita telah saling melupakan apa yang pernah kita temukan pada malam itu keheningan paling abadi merasuk rongga pintu kehidupan yang baru saja ingin mengubah kehidupan yang baru namun tidak dari yang hidup kepada yang telah tiada 2012